Kenapa Sih Pelit Betul Bilang Aku Cinta Kamu?

September 3, 2012

aku cinta kamu

Dari sorot mata dan atensinya, Anda tidak bertepuk sebelah tangan. Tapi, mulutnya susah sekali bilang cinta kek, sayang kek. Uh, bikin mangkel, ya? Dengar, laki-laki punya alasan sendiri di balik itu dan sikap lainnya yang Anda anggap ajaib.

Masih ingat cerita tentang Dr. Jekyll dan Mr. Hyde? Bagus ‘kan? Tapi sepertinya tidak masuk akal, ya. Masa pemuda santun dan tampan bisa-bisanya tingkah lakunya menyebalkan. Anda pikir itu cuma sebuah fiksi yang mustahil ada dalam dunia nyata. Tahunya?

Pemuda yang tampaknya baik-baik dan tulus itu pun ternyata bisa suatu kali menyebalkan dan membuat Anda makan hati. Lihat saja pacar Atika. Tiba-tiba, tanpa pengumuman, dia kongkow-kongkow dengan gangnya, melupakan janjinya dengan Atika. Alhasil, 4 jam lamanya Atika manyun menunggu di sudut kafe itu.

Apa sih maunya pacar Atika? Konon, laki-laki punya alasan cukup rasional di balik tingkah lakunya yang menjengkelkan. Daripada sebal sendiri, yuk singkap beberapa sikap si dia yang Anda nilai konyol, tapi menurutnya rasional.

1. Anda sudah mengirim sinyal “ya”, tapi dia belum juga maju. Kenapa sih?

Ingat, laki-laki punya karakter bermacam-macam. Ada yang bertipe grasah-grusuh alias main selonong, tapi ada juga yang modelnya alon-alon, cool. Misalnya si dia seperti tidak bereaksi meski sudah Anda beri lampu hijau, kemungkinan dia takut dianggap kelewat ngoyo, GR (=gede rasa) dan nekat. Tapi, kemungkinan besar, si dia tidak punya cukup clue atau petunjuk yang pasti. Contohnya suatu kali Anda memainkan rambut. Di matanya, muncul dua persepsi: Anda minta dicium dengan gaya yang lain, atau kulit kepala Anda sedang gatal.

Kebanyakan laki-laki kesulitan menerjemahkan sinyal “ya” secara tepat. Mencium perempuan pertama kali selalu menegangkan buat laki-laki. Karena dia tidak pernah yakin 100% bagaimana perempuan itu akan bereaksi. Menerima dan membalas kecupan itu, melengos atau mungkin menamparnya.

Saran buat Anda, jangan ambil pusing. Anda suka dia, susul dan dekati. Laki-laki tidak keberatan kok. Kalaupun ya, Anda toh tahu bagaimana harus bersikap.

2. Dia naksir Anda dan berjanji akan menelepon. Nyatanya, dia bohong tuh!

Jujur saja, ini trik lama yang biasa dipakai laki-laki supaya tidak dicap mengejar-ngejar. Dengan kata lain, dia berlagak sok jual mahal. Misalnya sejak kencan pertama dia selalu datang tepat waktu, membawa oleh-oleh kalau ke rumah, dia takut kalau kemudian hanya dianggap sekadar teman atau sahabat Anda.

“Saya kapok berusaha jadi ‘pacar’ ideal,” kata Nino, 28 tahun, pemuda yang tengah mengambil spesialisasi kedokteran mata. “Dulu waktu saya mendekati Mira, tiap hari saya menelepon dia dan selalu menjadi pendengar yang baik. Tahu-tahu dia bilang, ‘Kamu sahabat saya yang paling baik.’ Seminggu kemudian dia ternyata jalan dengan laki-laki lain. Tinggal saya gigit jari.”

Selain itu, laki-laki juga tidak mau dianggap tergantung, apalagi mengekor. Repotnya, menurut mereka, perempuan lebih suka laki-laki yang sedikit nakal dan ‘jinak-jinak merpati”.

3. Mengapa laki-laki berbalik mundur setiap kali hubungan beranjak serius?

Laki-laki mengaku, begitu hubungan cinta melangkah lebih serius, mereka melihat obyektifitas perempuan secara lebih jelas. “Waktu pertama berkenalan, saya merasa seperti sedang menyetel stopwatch,” kata Alik, 25 tahun, seorang penulis lepas. “Kira- kira berapa lama lagi nih dia melarang saya kumpul-kumpul dengan teman-teman saya? Atau, kapan dia mulai mendekor rumah saya? Daripada diajadi ‘seksi repot’ mengurusi saya, lebih baik saya biasa-biasa. Tidak usah serius dulu.”

Anda pikir itu cuma pendapat pribadi Alik. Tapi, betul lho, laki-laki memang takut kebebasan dan keberadaannya diatur perempuan. Bukan berarti laki-laki pengecut kalau diajak serius. Laki-laki juga bisa melangkah ke hubungan lebih lanjut karena faktor ekstrinsik, misalnya dia gemas melihat bibir mungil Anda dan ingin mencium. Anda setuju. Untuk itu, “urusan” Anda dan dia harus jelas dulu, ‘kan?

4. Kenapa laki-laki emoh bilang “I love you“, padahal dia jatuh cinta?

Kemungkinannya ada dua. Pertama: Si dia takut membayangkan komentar Anda, seperti yang dialami Rino. Waktu kuliah, dia naksir berat pada Lidya, teman sekampus. Pernah selesai mengurus kepentingan OSPEK, Rino mengantar Lidya pulang. Sebelum balik, Rino mencium pipinya, sambil berbisik “I love you”. Mimik Lidya berubah, mirip orang baru tertelan permen karet. Apa sih yang salah, batin Rino yang tambah enggak enak hati.

Kedua: Ada asumsi, cinta mirip dengan nafsu. Toni, 24 tahun, yang telah lama bermukim di negeri orang mengaku malu setengah mati gara-gara salah omong. Maksudnya ingin bilang “I love you“, tapi yang tercetus “I lust (bernafsu) you”. Toni langsung salah tingkah seolah sedang melecehkan diri sendiri.

Dua alasan itu agaknya yang membuat laki-laki “bisu” kalau disuruh mengucapkan huruf L (=love) itu. “Kecuali kalau besok sudah pasti akan atau sudah menikah, atau mungkin tidak akan pernah mengucapkan kata cinta sama sekali,” lanjut Toni.

5. Mengapa laki-laki masih juga bohong, padahal tipunya 100% nyata?

Karena laki-laki merasa dirinya Indianajones yang cerdik dan pandai berkelit. Di benaknya seolah selalu ada peluang untuk meloloskan diri dari kebohongannya. Itu sebabnya laki-laki jadi rajin berbohong, sambil berharap Anda percaya omong kosongnya. Misalnya, suatu hari dia bilang, “Nancy datang cuma membawakan saya sepotong pizza, Sayang. Enggak ada apa-apa lagi. Jujur deh.” Anda ingin dia duduk dan mengaku dosa? Mustahil! Tidak ada ceritanya. Seandainya harus memilih, dia mungkin lebih ikhlas berlari keliling stadion utama Senayan 10 kali putaran. Kenapa? Alasannya simpel saja: Laki-laki sebenarnya tergolong spesies pengecut yang takut sakit. Kalau dihadapkan pada situasi sulit dan tidak enak, ayo taruhan, dia pasti berkelit!

6. Kalau ingin putus, kenapa dia tidak mau berterus terang, tapi malah bertingkah laku busuk?

Seperti disebut sebelumnya, laki-laki boleh dibilang pengecut yang tidak berani susah, sakit dan merasakan situasi tidak enak lainnya. Satu-satunya hal yang paling runyam buat laki-laki adalah ketika dia harus jujur kalau dia sudah tidak mau lagi menemui pacarnya, lalu membeberkan alasannya.

“Saya enggak pernah lupa wajah sedih bekas pacar saya waktu saya bilang, ‘kita putus’. Dia tidak percaya. Air matanya mengalir deras. Duh, perasaan saya tambah enggak enak,” ujar Pinto, 27 tahun, yang sejak itu berjanji lebih baik kirim surat atau sengaja mencari gara-gara kalau memang Ingin putus.

Selain itu, bila memutuskan cinta, laki-laki tidak mau berdebat, pakai basa-basi, misalnya meminum kopi yang Anda buatkan dulu, lalu pamit dan pergi. Bisa dimengerti kalau laki-laki mengambil jalur lain untuk putus, umpamanya sengaja ditangkap basah punya pacar baru, berbohong, atau bersikap kasar. Harapannya, Anda marah dan minta putus, berarti dia bisa bebas. Licik ya?

Referensi : Majalah Cosmopolitan

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Previous post:

Next post: