Pria !! Begini cara Puaskan Seks Wanita

17.14 0
Pria !! Begini Puaskan Seks Wanita | KamarWanita.com. SEBUAH hubungan terdiri dari dua hal, yakni memberi dan menerima. Demikian pula halnya dengan seks, jangan sampai Anda merasa terpuaskan, namun pasangan tidak mendapatkan hal yang serupa.


Memuaskan hasrat seks wanita dapat menjadi sulit saat mereka butuh banyak waktu untuk mencapai orgasme. Tidak seperti pria, wanita memerlukan waktu yang lebih banyak waktu untuk mencapai titik kenikmatan, hal ini terkadang juga membuat pria kelelahan.
Wanita juga dapat mencapai orgasme beberapa kali dan lebih ingin mencoba hal-hal baru, sayang sifat dasar yang pemalu membuat wanita menjadi tidak ekspresif. Beberapa trik berikut dapat Anda lakukan untuk memuaskan wanita di ranjang, seperti yang dikutip The Stir.
Ciuman
Berikanlah ciuman untuk membuatnya antusias sebelum bercinta. Ini merupakan langkah awal dan efektif untuk membuatnya puas di ranjang. Cobalah untuk membuatnya geli dengan lidah dan beri gigitan kecil saat menciumnya.
Intim
Jangan langsung menerjangnya begitu saja, Wanita ingin merasa diperhatikan dan ini dapat dicapai dengan mencintainya. Rasakan tubuhnya dan buat suasana hatinya ingin bercinta. Wanita membutuhkan waktu untuk itu, karenanya beri ciuman pada bagian tubuh, seperti leher, telinga, punggung, dan pahanya. Maksimalkan tangan dan lidah untuk menggodanya.
Foreplay
Wanita menyukai foreplay. Untuk membuatnya semakin antusias, cobalah beberapa gerakan pintar untuk memuaskannya di ranjang. Gunakan tangan, lidah, dan obrolan nakal untuk membangkitkan mood-nya untuk bercinta. Bila wanita menyukai Anda lebih liar, lakukan hal itu.
Ingin Lebih
Dia akan memberikan sinyal secara langsung dan tidak langsung bila ingin sensasi lebih guna mencapai orgasme. Gunakan tangan Anda untuk membuatnya semakin merasakan kenikmatan.
Bangunlah Suasana Hatinya
Saat Anda melihat wanita antusias, cobalah beberapa hal yang semakin membuatnya bergairah. Hal ini tidak hanya akan membantunya, namun membuat mood Anda semakin baik.

..Mengungkap Rahasia Kuno Agar Pria Mampu Mengalami Orgasme BerKaliKali

Klik DISINI Untuk lebih jelas nya

Ketahuilah 7 Hal tentang Puting Payudara

19.38 0
Ketahuilah 7 Hal tentang Puting Payudara | KamarWanita.Com. Puting bukan hanya merupakan bagian dari keindahan payudara dan untuk menyusui, juga dapat menjadi petunjuk adanya beberapa masalah kesehatan yang serius.
Jika Anda mendadak melihat kerutan atau cekungan di kulit sekitar atau pada puting-terutama jika itu terjadi hanya di satu puting, hubungi dokter Anda. Ini bisa menjadi tanda peringatan kanker payudara.



Berikut adalah 7 hal yang perlu Anda ketahui tentang puting Anda:

1. Keluar cairan dari puting seringkali normal-bahkan jika Anda tidak hamil atau menyusui.

Keluarnya cairan dari puting dapat terjadi pada sebagian besar wanita jika puting ditekan, jelas Leah S. Gendler, MD, seorang ahli bedah payudara di Morristown Medical Center di New Jersey. Tapi jika Anda tidak menekan atau meremasnya dan terutama jika cairan bercampur darah dan hanya berasal dari salah satu payudara, segera temui dokter, Gendler menyarankan. Cairan bisa saja berasal dari kista jinak atau kanker payudara.

2. Pemilik puting tambahan lebih banyak dari yang Anda kira

Beberapa tokoh terkenal yang memiliki puting cadangan ini antara lain Lily Allen dan Mark Wahlberg. Puting ketiga sering keliru disangka tahi lalat atau tumor. Memiliki puting ketiga tidak masalah dan dapat dengan mudah dihapus dalam prosedur rawat jalan, kata ahli bedah plastik Rahmat Ma, MD. "Seluruh prosedur memakan waktu sekitar 30 menit," katanya, "dan dapat segera pulih."

3. Olahraga bisa menyebabkan radang pada puting.

Bra olahraga yang tidak pas atau band aid yang ditempel pada puting saat berolahraga bisa menyebabkan puting tergesek dan akhirnya menjadi radang. Tetapi jika Anda tidak berolahraga namun puting berubah warna menjadi merah, gatal, bersisik, atau mengelupas, periksakanlah diri ke dokter Anda. Ini bisa menjadi tanda penyakit Paget, suatu bentuk langka dari kanker yang melibatkan puting dan areola, jelas Gendler. Dia menambahkan, "Atau bisa juga eksim. Jadi jangan cemas, biarkan dokter Anda menganalisanya."

4. Puting berbulu normal, bahkan pada wanita.

Benjolan kecil di sekitar puting yang berisi folikel rambut adalah sesuatu yang tidak perlu dikhawatirkan. Anda bisa menghilangkannya dengan wax atau dicukur dengan hati-hati. Tapi jika folikel rambut tersebut terasa sakit, bertumbuh semakin besar, atau gatal dan bersisik, cepat temui dokter. Bisa jadi ini pertanda infeksi atau kanker.

5. Nyeri puting saat menyusui adalah umum (dan bisa dicegah).

Berdenyut, panas, luka, nyeri. Ini semua keluhan umum ibu menyusui terutama di minggu-minggu pertama. Tapi jika rasa sakit ini terus berlanjut, berkonsultasilah dengan spesialis laktasi; mungkin bayi Anda menyusui dengan cara tidak benar. Payudara membesar juga dapat memicu nyeri puting, seperti terjadi jika ada infeksi karena bakteri atau jamur Candida, demikian simpulan satu studi di Australia.

6. Puting terbalik tak perlu dikhawatirkan.

Sekitar 15% wanita memiliki puting yang masuk ke dalam atau terbalik sejak lahir, kata Z. Paul Lorenc, MD, seorang ahli bedah plastik di New York. "Ini masalah sederhana, ada jaringan ikat yang menarik puting ke dalam. Cuma perlu operasi kecil untuk memperbaikinya. Kami membuat sayatan kecil untuk melepaskan jaringan ikat dan puting pun akan muncul keluar. Cukup anastesi lokal dan memakan waktu sekitar satu jam," tambah Lorenc.

7. Puting adalah daerah sensitif pria dan wanita

Menurut penelitian Rutgers University, rangsangan pada puting memengaruhi bagian otak yang sama dengan ketika vagina, klitoris atau penis dirangsang.
Catatan untuk mereka yang melakukan tindik puting: Anda bisa kehilangan sensasi yang menyenangkan yang berasal dari rangsangan pada puting karena kerusakan syaraf.

Sabun Collagen Genne Beauty Soap

23.39 0
Sabun Collagen Genne Beauty Soap | KamarWanita.com Sabun Collagen MSI, sabun collagen plus, sabun collagen nurraysa, sabun collagen dnars, sabun collagen plus vit e, sabun collagen original , sabun collagen vitamin e, sabun collagen gluta q10, sabun collagen terbaik, sabun collagen vit e adalah beberapa sabun dengan kandungan Collagen.



APA ITU KOLAGEN? 
Kolagen adalah salah satu protein yang menyusun tubuh manusia. Keberadaannya adalah kurang lebih mencapai 30% dari seluruh protein yang terdapat di tubuh. Dia adalah struktur organik pembangun tulang, gigi, sendi, otot, dan kulit. Serat kolagen memiliki daya tahan yang kuat terhadap tekanan terutma sifat kelenturannya terhadap tulang.


Bilamana produksi kolagen menurun seiring dengan bertambahnya usia, dampaknya adalah meningkatnya proses “kulit menjadi kering” serta berkurangnya sifat elastisitas kulit. Lapisan dermis inilah yang bertanggung jawab akan sifat elastisitas dan kehalusan kulit (skin smoothness) yang merupakan kunci utama untuk disebut “awet muda” serta memiliki kulit indah.
Coming Soon - January 2016
GENNE Collagen Beauty Soap (sudah BPOM RI).


Umumnya kolagen adalah dari hewani / binatang. Namun produk ini kolagennya berasal dari botanical Umbi Satoimo (herbal).

APA ITU SATOIMO?
Satoimo (Colocasia esculenta) yang dikenal dengan nama Taro Potato atau Talas Jepang merupakan bahan utama dari Genne Collagen Soap. Satoimo merupakan rahasia sehat dan awet muda di Jepang, yang masih dipertahankan hingga saat ini.


tonton VIDEO rahasia "AWET MUDA" orang jepang yang dibongkar di sini



Genne mengandung Botanical Collagen yang berasal dari Umbi Satoimo (Umbi Jepang) yang kaya akan kolagen dengan kandungan asam amino yang penting bagi tubuh khususnya kulit yaitu Aspartic acid, Glutamic Acid, Glycin, Lysine, Proline.
Hal yang menarik dari GENNE COLLAGEN® BEAUTY SOAP adalah kandungan "hyaluronic acid" sebesar 1,02 % yang TIDAK dimiliki oleh Animal Collagen (kolagen hewan).

Untuk pemesanan bisa anda klik di SINI 

Kisah Cinta Suami Istri

11.09 0


Kisah Cinta Suami Istri | KamarWanita.com. Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.



Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.
Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.


Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.
Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya.



Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.
Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkawinanku, aku juga membenci kedua orangtuaku.



Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.
Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.
“Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut.



Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”
“Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat , kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi. Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu.


Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah.
Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi, ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.


Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.
Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.



Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.
Saat pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya.
Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.
Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.



Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.
Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.
Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.



Istriku Liliana tersayang,
Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.
Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.
Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.



Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy!
Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note.
Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.
Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.
Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”
Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.”
Putriku menatapku, “seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?”

Aku menggeleng, “bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”


Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus.

Menopause Dini Bisa Disebabkan oleh 5 Hal Ini

11.40 0
KamarWanita.Com - Menopause dini bisa disebabkan oleh 5 hal ini. Menopause ialah berhentinya daur menstruasi sesudah 12 bulan dari menstruasi terakhir. Satu dari 100 perempuan   mengalami menopause pada usia lebih kurang 40 tahun. Namun, 90% perempuan   tidak pernah mengetahui karena. Inilah 5 hal yg mampu menjadi penyebab menopause dini:


Keturunan

Bila nenek, ibu atau saudara tertua perempuan   kita mengalami menopause dini, maka ada kemungkinan kita pula mengalami hal serupa. Di studi tahun 2011, menemukan bahwa 20% masalah menopause dini dialami wnaita yang mempunyai sejarah itu di keluarganya.

Penyakit genetis

FMR1 ialah gen yang menyebabkan sindrom Fragile X, bentuk paling umum  dari gangguan genetis; bahkan Bila Anda tidak mempunyai sindrom tadi,  Anda mempunyai mutasi gen yang mengakibatkan duduk perkara menggunakan ovarium. Dari laporan asal National Institutes of Health, Fragile X terdapat pada satu dari 33 perempuan   yg mengalami menopause dini.

Gangguan kekebalan tubuh

Gangguan kekebalan tubuh, Thyroiditis (inflamasi pada kelenjar tiroid) bekerjasama dengan meonopause dini. Sama menggunakan penyakit Addison, pada mana kelenjar adrenal tidak menghasilkan hormon yg cukup.
Jika begitu, kekebalan sistem tubuh akan mulai menyerang folikel ovarium Anda, merusak fungsi ovarium itu.


Merokok dan  gambaran racun


“Beberapa racun mampu menyebabkan kegagalan sel telur. Seperti rokok serta pestisida,” istilah Dr. Shawn Tassone, dokter kandungan pada Austin Area Obstetrics, Gynecology, and Fertility.

Normalnya, kita lahir dengan folikel primordial cukup yg akan bertahan hingga mengalami menopause pada usia 50 tahun. Namun, paparan bahan kimia berbahaya diduga mengakibatkan perempuan   kehabisan folikel cepat asal yg seharusnya.

Kemoterapi serta Radiasi

Sama menggunakan racun, perawatan kanker bisa membahayakan sel telur. Namun, bahaya tersebut bergantung di jenis obat dan  radiasi, umur kita ketika mendapat perawatan, dan  bagian tubuh mana yang terkena radiasi.

Sumber : heatlh.kompas.com

Tahapan - Tahapan Nifas

00.45 0
Tahapan - Tahapan Nifas | KamarWanita.com. Beberapa jam setelah persalinan, ibu hamil akan mengalami masa nifas yg umumnya terjadi selama 6 minggu atau 40 hari. Nifas merupakan masa pembersihan rahim, dimana jaringan sisa -sisa  plasenta serta dinding rahim keluar berasal tubuh. Secara umum  keluarnya darah nifas dapat terjadi dalam 4 termin, yakni:


1. Lokia lubra (merah).

Seminggu pertama masa nifas darah yang keluar biasanya berupa darah segar berwarna        merah bersamaan menggunakan  jaringan residu-residu plasenta, dinding rahim, lemak bayi, lanugo (rambut bayi), dan  mekonium (kotoran bayi waktu pada kandungan). Lokia lubra mengandung banyak kuman.

2. Lokia sanguelenta.

Satu-dua minggu berikutnya darah yang keluar berwarna merah serta berlendir yang dianggap lokia sanguelenta.

3. Lokia serosa.
Dua minggu berikutnya, cairan yg keluar berwarna kekuningan. Kandungannya sekarang berupa jaringan serosa atau sisa -sisa  impak hormon serta lainnya.

4. Lokia alba.
Selanjutnya cairan yg keluar telah berwarna putih biasa dan  bening. Ini normal dan  tandanya sudah memasuki tahap pemulihan.
Keempat tahapan tadi memakan waktu berkisar 6 minggu. Kecuali Bila terjadi infeksi.

Selama masa nifas sangat krusial menjaga kebersihan. Tanpa kebersihan yang memadai infeksi praktis terjadi. Itu jua yang menjadi alasan dilarangnya hubungan seksual selama masa nifas, yaitu dikhawatirkan residu-residu kehamilan yg seharusnya keluar dari rahim pulang terbawa ke dalam serta akhirnya menyebabkan infeksi. Beberapa kuman yang bisa mengakibatkan infeksi selama masa nifas, yaitu:

*  Streptococcus haemoliticus aerobik.
*  Staphylococcus aureus.
*  Escherichia coli.
*  Clostridium welchii.

Infeksi acapkali terjadi Jika proses persalinan berlangsung lama  , ketuban pecah terlalu usang, tertinggalnya selaput ketuban dan  terjadinya bekuan darah pada rongga rahim. Gejalanya antara lain demam tinggi, kehilangan cairan tubuh , serta darah nifas berbau busuk. Selain itu rahim mampu menjadi lembek dan  tidak berkontraksi sehingga perdarahan jadi tidak terbendung. Meski infeksi ini sendiri jarang menjadikan fatal, Bila terjadi komplikasi bisa mengakibatkan kematian.

Jika terjadi tanda-tanda seperti tadi di atas, segera konsultasikan ke dokter. Dokter akan menyampaikan penanganan yg sempurna. Jika memang terjadi infeksi, akan diberikan obat-obatan yang disebut perlu. Secara umum  infeksi bisa terjadi di kawasan-kawasan perlukaan jalan lahir mirip:

*  Vulvitis: luka bekas episiotomi atau robekan perineum yang terkena infeksi.
*  Vaginitis: luka karena tindakan persalinan.
*  Servisitis: infeksi di bagian serviks.
*  Endometriosis: infeksi pada plasenta yg terjadi dalam waktu singkat dan  dapat menyebar ke semua endometrium.